GACOR BOCAH 10 TAHUN BERHASIL MERAKIT SPEAKER SEDERHANA DARI BARANG BEKAS TANPA TUTORIAL YOUTUBE
Berita menggemparkan kembali muncul di Aceh Jaya. Muhammad Zubaral Hadist atau kerap disapa Hadist mengguncang Desa Alue Krueng, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya. Setelah berhasil merakit speaker sederhana bersama temannya Muhammad Munzir. Speaker ini dirakit dan dirancang oleh keduanya secara bersamaan menggunakan barang-barang bekas hasil temuan di belakang rumah. Dalam proses perakitan Hadist dan Munzir tidak menggunakan media informan seperti melihat tutorial di YouTube. Bahkan, mereka tidak menggunakan media sosial manapun. Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi keduanya merakit sendiri sesuai imajinatif anak-anak yang mereka punya.
Pada hari Sabtu, tanggal 18 Juli 2026 tepatnya sore hari setelah pulang sekolah. Hadist dan Munzir memulai proyek kecil-kecilan mereka yang memberi dampak besar. Tanpa disadari, Mereka berhasil mengubah gelombang listrik menjadi gelombang suara. Ketika proses perakitan dilakukan oleh mereka berdua, Ibu Nurlaili (Ibu kandung Hadist) menangkap kecurigaan dari gerak-gerik yang berasal dibelakang rumah. Setelah menghampiri mereka, Ibu Nurlaili menangkap basah proyek mereka. Kernyitan heran berganti dengan perasaan bingung. “Ku pikee peu di peugeut le awaknyan dua jeut ka sengap that inan.” ujarnya.
Hadist dan Munzir menunjukkan hasil kerja mereka. Pada struktur mesin sederhana mereka menggunakan baterai dan memori bekas pakai, kabel-kabel tua yang masih melekat kemudian disambungkan pada baterai bekas yang masih berfungsi ketika di uji coba untuk mengisi daya kembali. Untuk penyangga cerobong mereka menggunakan empat paku bekas yang terlihat sudah berkarat dengan bekas papan potongan sebagai alas. Hasil sambungan kabel tadi dieratkan kembali menggunakan lakban hitam yang ditimpa lakban bening agar merekat sedemikian rupa. Rakitan speaker sederhana oleh keduanya bukan mainan ala anak-anak biasanya. Mereka berhasil. Mesinnya bekerja dengan sangat baik. Hal ini disadari oleh Mirza (Saudara kandung Hadist) ketika dia bertanya bagaimana cara kerjanya. Dengan telaten Hadist dan Munzir menjelaskan bahwa speaker itu bisa memutar dan mengeluarkan suara musik dengan cara menautkan bluetooth yang tersambung pada perangkat mereka. Dan ya, speaker itu berhasil memutar musik lewat media lain yg ditautkan. Keduanya juga memberi tau letak tombol on off nya serta tombol volume pada mesin yang melekat. Volume yang dihasilkan tidak lah keras tapi cukup untuk didengarkan dalam jarak 2 meter. Speaker sederhana ini juga bisa di chas kembali berbekal kan baterai bekas tadi. Hadis mencoba menyambungkan dengan Charger Type-C milik ibunya, tak disangka hal itu berhasil dalam proses pengisian daya.
Hal yang paling menarik adalah mereka bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Bahkan, sampai ke pertanyaan yang mengarah ke ranah perangkat yang disertakan. Hal ini dibuktikan oleh percakapan Abangnya (Mirza) dengan teman Abangnya (Tiara) yang turut menyaksikan juga perkembangan speaker yang dirakit oleh Hadist dan Munzir.
“Rot toh puta musik nyoe? rot memori jih langsong peu kiban?” tanya Tiara.
“Kon, nyan jeut sambong rot bluetooth. leuh nyan baro ta puta bak hp.” jawab Mirza.
“Serius? omak oii that keren goe nyan ka jeut ke aneuk teknik cikal bakal engineering singoh ahaha. Peu nan bluetooth jih mir?” tanya Tiara lagi.
Mirza dan Ibunya saling pandang. Tiba-tiba Hadist menyeletuk “P12 Kak”.
Tidak banyak bicara, hanya sekenanya saja. Namun, cukup membuktikan bahwa dia bisa dan tau arah serta tujuan dari perancangannya. Dalam proses liputan Munzir menjelaskan awal mula mereka mengetahui speaker itu berfungsi.
“Kamoe phon teugon tombol p/p hudep lampu biru. Ku culok USB ata Ayah u dalam aju meu su.” ujarnya.
“Kaleuh nyan ku tes peu hudep HP aju na sambungan bluetooth inan.” Tambah Hadist.
Hadis dan Munzir dikenal sebagai anak yang pendiam. Tidak banyak tingkah dan tidak seaktif anak-anak lain. Tapi, siapa sangka? mereka membuktikan bahwa aktif bukan hanya lompat-lompat dan berlari dalam bermain. Aktif juga bisa dengan cara yang tak sampai dipikiran manusia untuk anak-anak sepantaran nya.
Hasil karya mereka dinikmati oleh Ibu Nurlaili. Beliau memutar speaker setiap hari untuk mendengarkan musik. Layaknya kembali ke zaman dulu ketika memutar radio. Raut kebahagiaan jelas tergambarkan di wajah Ibu Nurlaili. Setiap ada yang datang untuk melihat speaker sederhana itu beliau selalu menjelaskan dengan binar bangga. Bakat dan kemampuan seperti ini jika diarahkan dijalan yang benar akan membangkitkan kreativitas yang lebih tinggi. Pentingnya peran pemerintah setempat untuk melirik anak-anak bangsa yang berpotensi. Memberi dukungan dan membina agar karya kecil dari tangan mereka dapat berkembang dengan semestinya. Karena Indonesia tidak kekurangan orang-orang pintar. Hanya saja kurang akses dan wadah untuk terus mengasah serta menampung kemampuan. Teruslah berkarya teruslah mencoba sampai karya yang dihasilkan dari pelosok desa dapat menuju ke penjuru dunia.
Laporan Terkait
Pemprov dan Pemkab Aceh Jaya Sepakati PORA XV Digeser Mei 2027
Bupati Aceh Jaya Terima Kunjungan Kepala KPPN Meulaboh, Perkuat Kerja Sama Kelembagaan
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Jaya, Kamis (1/10/2026).