Warga Sudah Lelah Mengadu, Jalan Tuwi Peuriya Bertahun-tahun Tak Kunjung Diperbaiki
ACEH JAYA – Kondisi Jalan Gampong Tuwi Peuriya, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, yang rusak parah kembali dikeluhkan warga pada Senin (31/8/2026). Jalan tersebut disebut telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan.
Masyarakat terus menghadapi debu saat musim kemarau dan lumpur ketika musim hujan. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan, terlebih Jalan Tuwi Peuriya merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah belakang dengan pusat perbelanjaan dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Saat musim kemarau, debu dari jalan yang rusak berterbangan ke mana-mana setiap kali kendaraan melintas. Debu tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan.
Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, jalan berubah menjadi becek dan licin. Kondisi ini membuat perjalanan masyarakat semakin sulit, termasuk bagi anak-anak yang harus melintasi jalan tersebut untuk pergi ke sekolah.
Masyitah, salah seorang warga Gampong Tuwi Peuriya, mengaku masyarakat sudah terlalu lama menunggu adanya perhatian dan perbaikan dari pemerintah.
Jalan di Tuwi Peuriya ini sudah rusak bertahun-tahun dan sampai sekarang belum pernah diperbaiki sama sekali. Kami warga sudah capek mengadu. Ini jelas bentuk kurangnya perhatian pemerintah terhadap daerah kami,” ujar Masyitah.
Menurutnya, kondisi jalan tersebut terus menjadi persoalan yang berulang setiap tahun tanpa adanya perubahan berarti.
“Kalau hujan, jalan menjadi becek dan licin. Kalau panas, debunya minta ampun. Anak-anak sekolah juga susah lewat. Kami minta pemerintah segera turun dan memperbaiki jalan ini,” katanya.
Sementara itu, Keuchik terpilih Gampong Tuwi Peuriya, Muhammad Doni, BA, kepada Arakata News mengatakan kondisi jalan tersebut sudah sangat memprihatinkan dan mengalami kerusakan cukup parah.
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut menimbulkan dampak yang berbeda setiap musim. Saat musim kemarau, debu dari kendaraan yang melintas berterbangan ke mana-mana, mengganggu pengguna jalan hingga masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sekitar jalan.
Debu dari jalan ini bukan hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga masuk ke rumah-rumah masyarakat. Kondisi ini tentu sangat mengganggu kenyamanan warga dan berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar jalan,” ujarnya kepada Arakata News.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Kondisinya sudah cukup lama rusak dan sampai sekarang belum kunjung ditangani. Kami hanya ingin jalan ini mendapat perhatian, karena sangat penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari,” tegas Muhammad Doni, BA.
Selain warga yang tinggal di sekitar jalan, Daimidi, salah seorang pengguna jalan, juga mengaku turut merasakan langsung dampak dari kondisi Jalan Tuwi Peuriya yang telah lama mengalami kerusakan.
Menurutnya, jalan rusak tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut.
“Sebagai pengguna jalan, kami juga sangat merasakan kondisi jalan ini. Kalau musim hujan jalan menjadi becek dan licin sehingga sulit dilalui. Sementara saat musim kemarau, debu berterbangan ke mana-mana dan sangat mengganggu perjalanan,” ujar Daimidi.
Ia berharap pemerintah tidak lagi menunda penanganan jalan tersebut.
Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Jangan sampai masyarakat terus harus merasakan kondisi seperti ini dari tahun ke tahun,” pungkasnya.
Bertahun-tahun kerusakan jalan terus dikeluhkan, namun masyarakat mengaku belum melihat perubahan yang berarti. Di tengah tuntutan pemerataan pembangunan, kondisi Jalan Tuwi Peuriya menjadi pertanyaan tersendiri bagi warga, sampai kapan masyarakat harus menunggu akses jalan yang layak?
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya segera turun tangan dan memberikan kepastian terhadap perbaikan jalan tersebut, agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim—berdebu ketika kemarau dan bergelut dengan lumpur saat hujan.
Laporan Terkait
Pemprov dan Pemkab Aceh Jaya Sepakati PORA XV Digeser Mei 2027
Bupati Aceh Jaya Terima Kunjungan Kepala KPPN Meulaboh, Perkuat Kerja Sama Kelembagaan
Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Aceh Jaya, Kamis (1/10/2026).