Lompat ke Konten Utama

Sejarah Penemuan Deepfake dan Evolusi Teknologi AI

Miftah Allina
Ilustrasi pengembangan algoritma kecerdasan buatan dalam laboratorium komputer.
Ilustrasi pengembangan algoritma kecerdasan buatan dalam laboratorium komputer.

Perkembangan teknologi manipulasi media berbasis kecerdasan buatan tidak lahir secara instan melalui satu inovasi tunggal. Rekayasa digital yang kini dikenal luas sebagai deepfake merupakan hasil kulminasi dari riset akademis bertahun-tahun serta aktivitas dinamis di forum internet.

Akar paling awal dari teknologi ini bermula pada tahun 1997 melalui kreasi ilmiah para ilmuwan komputer. Christoph Bregler, Michele Covell, dan Malcolm Slaney berhasil memperkenalkan perangkat lunak eksperimental bernama Video Rewrite yang menjadi tonggak perdana rekayasa wajah digital.

Video Rewrite menjadi teknologi pertama tahun 1997 yang mampu memetakan ulang gerakan bibir manusia agar selaras dengan audio baru.

Sistem awal tersebut menganalisis rekaman video asli seseorang, lalu memetakan ulang gerakan bibir, gigi, dan rahang secara sinkron dengan trek suara eksternal. Lompatan besar berikutnya terjadi pada tahun 2014 ketika Ian Goodfellow menciptakan terobosan besar di bidang pembelajaran mesin. Saat menempuh studi doktoral di University of Montreal, Goodfellow merancang algoritma Generative Adversarial Networks (GAN).

Sistem GAN mempertemukan dua jaringan saraf buatan yang saling berkompetisi, yakni generator sebagai pembuat konten tiruan dan discriminator sebagai penilai keasliannya. Melalui proses kompetisi internal tersebut, kecerdasan buatan mampu melakukan pelatihan mandiri hingga menghasilkan tiruan visual yang sangat presisi dan sulit dibedakan dari objek asli.

Algoritma GAN temuan Ian Goodfellow pada 2014 menjadi mesin utama di balik tingginya akurasi visual deepfake modern.

Meskipun fondasi teknologinya telah matang di ranah sains, istilah "deepfake" baru resmi lahir ke publik pada akhir tahun 2017. Seorang pengguna anonim di platform forum Reddit menggunakan nama akun "deepfakes" untuk membagikan hasil manipulasi pertukaran wajah selebritas. Nama tersebut diambil dari gabungan dua istilah, yakni deep learning dan fake. Aksi akun anonim ini kemudian memicu lahirnya komunitas digital yang mendistribusikan kode sumber terbuka bagi masyarakat luas.

Bagikan Laporan:
WhatsApp
Miftah Allina
Pewarta Redaksi

Miftah Allina

Menulis fakta, memverifikasi informasi, dan menyajikan berita secara jelas serta berimbang.

ara - Layanan AI. V1

ara

Layanan AI.V1