Lompat ke Konten Utama

Air Sungai Teunom Kembali Keruh, Warga Minta Pemeriksaan Penyebab Dilakukan Secara Objektif

Baskara
Air Sungai Teunom Kembali Keruh, Warga Minta Pemeriksaan Penyebab Dilakukan Secara Objektif

CALANG – Kondisi air Sungai Teunom di Kabupaten Aceh Jaya kembali terlihat keruh dalam beberapa hari terakhir. Perubahan warna air itu menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dan menggantungkan mata pencaharian pada sungai tersebut.

Di tengah kondisi tersebut, berkembang dugaan di tengah masyarakat bahwa kekeruhan air berkaitan dengan aktivitas pertambangan di kawasan hulu Sungai Teunom. Meski demikian, hingga berita ini disusun belum ada hasil pemeriksaan resmi yang memastikan penyebab perubahan warna air tersebut. Karena itu, dugaan yang berkembang masih menunggu pembuktian dari instansi berwenang.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasie Raya (IP-MPR), Wildan, mengatakan Sungai Teunom memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber penghidupan maupun penunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kondisi yang terjadi perlu segera mendapat perhatian agar penyebabnya dapat diketahui secara jelas.

"Masyarakat tentu berharap penyebab kekeruhan ini dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang objektif dan berdasarkan data ilmiah. Dengan begitu, masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas sehingga tidak terus berspekulasi," kata Wildan, Minggu (19/7/2026).

Ia menilai pembahasan mengenai aktivitas pertambangan tidak cukup hanya melihat sisi ekonominya, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak yang dirasakan masyarakat di wilayah hilir sungai. Menurutnya, manfaat dari aktivitas tersebut semestinya dapat dirasakan secara lebih merata tanpa mengabaikan kepentingan warga yang bergantung pada kondisi sungai.

"Ada anggapan bahwa masyarakat memperoleh manfaat dari aktivitas pertambangan. Namun, berdasarkan pengamatan kami, manfaat tersebut belum dirasakan secara merata. Di sisi lain, masyarakat di wilayah hilir yang bergantung pada perikanan, pertanian, maupun usaha lainnya mengaku ikut terdampak ketika kondisi air menjadi keruh," ujarnya.

Wildan menambahkan, aktivitas pertambangan pada prinsipnya dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan apabila pengelolaannya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Di sejumlah daerah, kegiatan pertambangan tetap berjalan dengan menerapkan pengelolaan lingkungan, seperti penggunaan kolam pengendapan, pengendalian sedimen, reklamasi lahan, serta pemantauan kualitas air secara berkala. Langkah-langkah tersebut penting untuk meminimalkan dampak terhadap sungai," tambahnya.

Sementara itu, Abdul Hadi, nelayan sekaligus warga Gampong Alue Krueng, Kecamatan Pasie Raya, mengaku kondisi Sungai Teunom yang keruh mulai memengaruhi aktivitasnya mencari ikan. Menurutnya, perubahan kondisi air berdampak terhadap hasil tangkapan yang menjadi sumber penghasilan sehari-hari.

"Kami tidak tahu pasti apa penyebab air sungai ini keruh. Yang kami rasakan, kalau air sudah seperti ini, hasil tangkapan biasanya berkurang dan kami jadi lebih sulit mencari ikan. Sungai ini tempat kami mencari nafkah, jadi kami berharap kondisinya bisa kembali normal. Kalau memang ada penyebabnya, semoga segera diketahui melalui pemeriksaan yang dilakukan pihak berwenang supaya ada solusi yang baik untuk semua pihak," kata Abdul Hadi.

Hal senada disampaikan Daimidi, warga Gampong Lhok Guci yang juga merupakan pelanggan layanan air bersih PDAM. Ia mengatakan masyarakat bukan hanya memperhatikan kondisi sungai, tetapi juga khawatir terhadap pasokan air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Yang kami pikirkan bukan hanya soal sungainya, tetapi juga kebutuhan air bersih masyarakat. Kalau kondisi sungai terus keruh, tentu masyarakat bertanya-tanya apakah ada pengaruh terhadap kualitas air yang digunakan sehari-hari. Kami berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus berspekulasi dan bisa merasa lebih tenang," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kekeruhan Sungai Teunom maupun hasil pemeriksaan atas dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. Warga berharap proses pemeriksaan dapat segera dilakukan sehingga penyebab kekeruhan sungai dapat diketahui berdasarkan data dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Dokumentasi Visual

Dokumentasi Visual
Bagikan Laporan:
WhatsApp
Baskara
Pewarta Redaksi

Baskara

Adat meuköh reubông, hukôm meuköh purieh, Adat jeuet barangho takông, hukôm han jeuet barangho takieh

ara - Layanan AI. V1

ara

Layanan AI.V1