Aliran Krueng Teunom Keruh, HIPELMAT: Buya Krueng Teudong-Teudong, Buya Tamong Meuraseuki
CALANG — Kondisi aliran Krueng Teunom yang kembali keruh dalam beberapa hari terakhir memantik perhatian masyarakat. Sungai yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari warga itu dinilai memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai.
Himpunan Pelajar Mahasiswa Teunom (HIPELMAT) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) bersama instansi terkait segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kekeruhan aliran Krueng Teunom.
Ketua HIPELMAT, Rahmad Tarmizi, mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab perubahan kondisi air tersebut. Menurutnya, informasi yang jelas akan mengakhiri spekulasi yang berkembang sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.
Kami berharap penyebab kekeruhan Krueng Teunom dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang objektif dan berdasarkan kajian ilmiah. Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sehingga langkah penanganannya juga dapat dilakukan secara tepat, kata Rahmad Tarmizi, Rabu (22/7/2026).
Di tengah masyarakat, kata Rahmad, berkembang berbagai dugaan mengenai penyebab keruhnya aliran sungai. Salah satunya mengaitkan kondisi tersebut dengan aktivitas pertambangan di kawasan hulu. Bahkan, beredar informasi bahwa aktivitas itu diduga dilakukan oleh pihak dari luar daerah.
Meski demikian, Rahmad menegaskan seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan oleh instansi yang memiliki kewenangan. Ia mengingatkan agar persoalan itu tidak disimpulkan hanya berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, penyelidikan yang dilakukan secara terbuka akan memberikan kepastian kepada publik sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil langkah lanjutan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.
"Kami meminta APH bersama pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengusut penyebab keruhnya aliran Krueng Teunom. Jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku, tentu harus ditindak tegas sesuai hukum. Yang paling penting, masyarakat berharap ada solusi nyata agar kondisi Krueng Teunom kembali normal dan tidak lagi berdampak terhadap kehidupan masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai," tegas Rahmad Tarmizi.
Rahmad menambahkan, HIPELMAT tidak menolak investasi maupun kegiatan usaha yang memberikan manfaat bagi daerah. Akan tetapi, setiap aktivitas pemanfaatan sumber daya alam harus tetap memperhatikan daya dukung lingkungan serta kepentingan masyarakat yang selama ini bergantung pada Krueng Teunom.
Ia mencontohkan, pengelolaan pertambangan dapat dilakukan dengan menerapkan berbagai langkah mitigasi lingkungan, seperti pembangunan kolam pengendapan (settling pond), pengendalian sedimen, reklamasi lahan, hingga pemantauan kualitas air secara berkala.
Pembangunan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan apabila dilakukan secara bertanggung jawab," katanya.
Ia juga mengingatkan agar kekayaan alam daerah tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
Ada satu ungkapan Aceh yang sangat relevan dengan kondisi hari ini, 'Buya Krueng Teudong-Teudong, Buya Tamong Meuraseuki.' Jangan sampai kekayaan alam di daerah kita lebih banyak dinikmati oleh pihak luar, sementara masyarakat di sekitar Krueng Teunom justru menanggung dampaknya. Pembangunan harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," tegas Rahmad Tarmizi.
Harapan serupa disampaikan salah seorang warga Kecamatan Teunom yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia berharap kondisi Krueng Teunom segera kembali normal karena sungai tersebut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Yang kami inginkan sederhana, Krueng Teunom tetap bersih dan bisa dimanfaatkan seperti biasa. Banyak masyarakat menggantungkan penghasilan dari sungai ini. Kalau air terus keruh, tentu aktivitas masyarakat ikut terganggu. Mudah-mudahan ada solusi yang baik sehingga alam tetap terjaga dan masyarakat bisa mencari nafkah dengan tenang," ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai penyebab pasti kekeruhan aliran Krueng Teunom maupun hasil pemeriksaan atas berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Laporan Terkait
Air Sungai Teunom Kembali Keruh, Warga Minta Pemeriksaan Penyebab Dilakukan Secara Objektif
Kejari Aceh Jaya Pulihkan Rp2,055 Miliar Keuangan Negara, Pemkab Beri Apresiasi
Kejari Aceh Jaya Musnahkan Barang Bukti Delapan Perkara
Pilchiksung Aceh Jaya 2026: 239 Calon Keuchik Siap Bertarung