Pemkab Aceh Selatan Genjot Ekowisata dan Wisata Sejarah
TAPAKTUAN — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pariwisata mulai mempercepat pemulihan sektor pariwisata pascabanjir bandang dengan mengembangkan konsep ekowisata yang dipadukan dengan pelestarian situs sejarah. Program yang diluncurkan pada awal Juli 2026 itu diharapkan mampu menggerakkan kembali ekonomi masyarakat sekaligus menghidupkan daya tarik wisata alam dan budaya yang menjadi identitas daerah.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah membenahi sejumlah destinasi yang terdampak banjir, terutama kawasan Air Terjun Tujuh Tingkat Batu Itam. Pembersihan material yang terbawa arus dilakukan agar kawasan tersebut kembali aman dikunjungi wisatawan. Di saat yang sama, Dinas Pariwisata juga membuka jalur trekking baru menuju Gua Kalam di kawasan Jambo Apha dengan melibatkan pemuda gampong sebagai pengelola sekaligus pemandu wisata.
Pemulihan destinasi wisata tidak hanya bertujuan mengembalikan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa melalui pengelolaan ekowisata yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Selain menciptakan lapangan pekerjaan bagi generasi muda, pendekatan ini diharapkan mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap potensi wisata lokal.
Di sisi lain, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah mengembalikan kepercayaan wisatawan terhadap aspek keselamatan dan akses menuju objek wisata. Karena itu, pembenahan tidak hanya dilakukan pada kawasan alam, tetapi juga menyasar infrastruktur pendukung, termasuk penataan jalur pedestrian menuju kawasan legenda Tapak Tuan Tapa yang selama ini menjadi ikon wisata Aceh Selatan.
Upaya revitalisasi juga menyentuh sektor wisata sejarah. Dinas Pariwisata mulai menata kembali Situs Bupaleh di Pasie Kuala Ba'u, Kecamatan Kluet Utara. Kawasan yang dikenal sebagai bekas benteng pertahanan pejuang Aceh Selatan sekaligus lokasi musyawarah para ulama itu dipersiapkan menjadi destinasi wisata edukasi yang memperkenalkan sejarah perjuangan masyarakat kepada generasi muda maupun wisatawan.
Pemerintah optimistis perpaduan antara pesona alam yang mulai pulih dengan kekayaan sejarah daerah akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui strategi tersebut, sektor pariwisata diharapkan kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat citra Aceh Selatan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Laporan Terkait
Revolusi Digital Wisata Bahari, Watersports Pahawang Permudah Pemesanan Lewat Ponsel.
Melambung di Atas Awan Gayo: Menakar Potensi Wisata Olahraga Dirgantara Aceh 2026
Bali Juara Dunia dan Ledakan 86 Persen Wisatawan Domestik
Cara Booking Watersports Pahawang Lampung Tanpa Calo