Telkom Cairkan Dividen Jumbo TLKM Rp21,99 Triliun Hari Ini
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi melakukan pencairan dividen jumbo TLKM untuk tahun buku 2025 pada hari ini, Jumat, 10 Juli 2026. Langkah korporasi ini menjadi salah satu realisasi pembayaran keuntungan pemegang saham terbesar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun ini.
Total dana segar yang digelontorkan emiten telekomunikasi BUMN tersebut mencapai Rp21,99 triliun. Angka ini merefleksikan nilai berkisar antara Rp221 hingga Rp222,9 per lembar saham yang langsung masuk ke rekening dana nasabah (RDN) para investor terafiliasi.
Sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), batas akhir pembayaran dividen tunai Telkom dipatok jatuh tepat pada tanggal 10 Juli 2026.
Membongkar Celengan Laba Ditahan
Keputusan manajemen TLKM dalam menetapkan rasio pembayaran dividen kali ini tergolong sangat agresif. Perseroan membagikan dividen yang setara dengan sekitar 123% dari total laba bersih yang dibukukan sepanjang tahun buku 2025.
Untuk merealisasikan komitmen tersebut, Telkom tidak hanya menguras seluruh laba bersih tahun berjalan yang sebesar Rp17,81 triliun. Manajemen juga membongkar akumulasi saldo laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya senilai Rp4,2 triliun demi menyenangkan para investor setianya.
Sepanjang tahun 2025, Telkom Indonesia mencatatkan performa keuangan yang cukup tebal di tengah dinamika industri digital. Perseroan sukses membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,74 triliun dengan perolehan EBITDA mencapai Rp72,24 triliun.
Strategi Pendamping Berupa Buyback Saham
Kebijakan jor-joran membagikan dividen ini diambil di tengah restrukturisasi internal dan jalannya strategi transformasi korporasi jangka panjang 'TLKM 30'. Perombakan susunan pengurus pada posisi dewan komisaris juga mewarnai penyegaran manajemen untuk menatap tahun buku berjalan.
Selain mencairkan dividen bernilai fantastis, RUPST Telkom juga merestui agenda pembelian kembali (buyback) saham publik dengan alokasi anggaran maksimal Rp4 triliun.
Aksi intervensi pasar melalui skema buyback ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan ke depan, terhitung mulai pertengahan Juni 2026 hingga Juni 2027. Manajemen mengeksekusi strategi ganda ini untuk menjaga stabilitas pergerakan harga saham TLKM di lantai bursa sekaligus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham publik.
Menulis fakta, memverifikasi informasi, dan menyajikan berita secara jelas serta berimbang.
Laporan Terkait
RUU Pusat Finansial Internasional Dibahas, Insentif Pajak 0 Persen Siap Menggebrak
Pertamax Turun Awal Agustus, Rem Darurat Inflasi Dimulai
Ekonomi Juli Terbakar Inflasi, Suku Bunga BI Bertahan
Rights Issue Saham FORU Rp27 Triliun Picu Risiko Dilusi