Dua Insiden Beruntun, Izin Terbang Flamingo Air Resmi Dibekukan
NASSAU — Otoritas penerbangan Bahama resmi membekukan sertifikat operator udara (Air Operator Certificate) maskapai domestik Flamingo Air. Langkah darurat ini diambil setelah armada mereka mengalami dua insiden keselamatan berturut-turut pada hari yang sama, Jumat (10/7/2026), termasuk satu kecelakaan fatal yang menewaskan 10 orang.
Kementerian Penerbangan Bahama menegaskan bahwa pembekuan operasional ini merupakan tindakan pencegahan regulasi demi menjamin keselamatan publik. Keputusan besar ini keluar tepat saat negara tengah memperingati Hari Kemerdekaan Bahama ke-53 yang akhirnya berubah menjadi hari berkabung nasional.
Rentetan masalah bermula pada Jumat pagi ketika sebuah pesawat Flamingo Air rute Nassau menuju Mayaguana terpaksa balik arah karena kendala teknis. Sesaat setelah seluruh penumpang turun dengan selamat di Nassau, pesawat tersebut tiba-tiba terbakar di landasan.
Hanya berselang beberapa jam kemudian, tragedi lebih besar menghantam armada Cessna 402 dengan nomor registrasi C6-FLX.
Pesawat perintis kedua yang mengangkut sembilan penumpang dan satu pilot tersebut jatuh di kawasan hutan lebat North Andros sesaat sebelum mendarat di Runway 12 Bandara San Andros. Seluruh manifes di dalam pesawat dipastikan meninggal dunia, termasuk satu korban yang sempat dievakuasi namun menyerah akibat luka parah.
Otoritas Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Bahama (AAIA) kini telah mengamankan lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti fisik dan data teknis penerbangan. Manajemen Flamingo Air menyatakan komitmen penuh untuk bekerja sama dengan tim penyidik guna mengungkap penyebab pasti kegagalan mekanis pada kedua armada mereka.