Nasib François Letexier Usai Kontroversi Laga Argentina vs Mesir
JAKARTA — Teka-teki mengenai kelanjutan karier dan nasib François Letexier di sisa turnamen akbar ini akhirnya terjawab secara resmi oleh otoritas tertinggi sepak bola global. FIFA resmi memastikan bahwa wasit asal Prancis berusia 37 tahun tersebut tidak akan memimpin empat pertandingan sisa di babak semifinal hingga final Piala Dunia 2026.
Keputusan ini sempat memicu spekulasi liar di kalangan publik yang mengaitkannya dengan hukuman akibat kontroversi penganuliran gol pemain Mesir, Mostafa Zico, di babak 16 besar. Namun, FIFA menegaskan bahwa pembebasan tugas ini murni merupakan bagian dari langkah regulasi prosedural dan aspek netralitas turnamen.
Langkah tegas tersebut diambil karena tim nasional Prancis—negara asal Letexier—sukses menembus babak semifinal untuk menghadapi Spanyol. Berdasarkan hukum pembagian tugas FIFA, seorang pengadil dilarang keras memimpin sisa laga kompetisi jika negaranya sendiri masih aktif berburu gelar juara demi menghindari potensi konflik kepentingan.
Selain Letexier, terdapat tiga wasit elite Eropa lain yang turut dibebastugaskan dari sisa agenda pertandingan, yaitu Clement Turpin (Prancis), serta Anthony Taylor dan Michael Oliver (Inggris). Di sisi lain, Ketua Komisi Wasit FIFA, Pierluigi Collina, secara terbuka tetap membela integritas Letexier dengan menyatakan seluruh keputusan di Atlanta kemarin sudah akurat dan sesuai protokol VAR.
Meski kinerjanya bersih dari sanksi internal organisasi, nama François Letexier telanjur membekas di benak suporter lewat ratusan video komedi dan parodi di internet.