Lompat ke Konten Utama

Wisata Sejuk dan Sepi Jadi Buruan Utama Tahun Ini

Miftah Allina
Wisata Sejuk dan Sepi Jadi Buruan Utama Tahun Ini

Pergeseran besar melanda industri pariwisata global dan domestik. Laporan terbaru dari Kemenparekraf RI, BBC Travel, dan Skyscanner menunjukkan wisatawan kini meninggalkan liburan massal yang padat. Mereka beralih mencari pengalaman yang lebih bermakna, ramah lingkungan, dan personal.

Anomali cuaca dan tekanan mental menjadi pemicu utama perubahan ini. Wisatawan aktif memburu destinasi yang menawarkan ketenangan total serta suhu udara yang lebih bersahabat.

Coolcations dan Quietcations Jadi Pilihan Utama

Gelombang panas ekstrem di berbagai belahan dunia melahirkan fenomena baru bernama coolcations. Wisatawan sengaja memesan perjalanan ke daerah pegunungan atau destinasi beriklim sejuk untuk melarikan diri dari cuaca panas kota.

Wisatawan kini tidak lagi mencari kemewahan visual, melainkan ruang sepi untuk pemulihan mental.

Selain mencari tempat sejuk, pilihan quietcations atau hushpitality juga melonjak tajam. Banyak pelancong memilih destinasi terisolasi yang minim sinyal demi melakukan detoks digital. Pemandian air panas, spa termal, dan sesi yoga bersama komunitas lokal menjadi aktivitas yang paling banyak dipesan.

Menghindari Overtourism dengan Destinasi Non-Viral

Kesadaran menjaga lingkungan membuat turis sengaja mencari destinasi underrated yang belum viral.

Langkah ini diambil untuk menghindari kepadatan turis (overtourism) di destinasi arus utama. Pelancong beralih ke petualangan ringan seperti road trip, bersepeda, dan mendaki jalur baru yang belum banyak dipetakan.

Budaya lokal juga digali lebih dalam melalui imersi total. Wisatawan memilih tinggal di agrowisata, belajar seni tradisional, dan menjelajahi pasar lokal untuk menemukan kuliner autentik.

Fleksibilitas Kerja dan Liburan Multi-Generasi

Pola liburan masyarakat urban turut bergeser berkat fleksibilitas kerja. Aktivitas urban exploration atau liburan singkat selama tiga malam menjadi andalan pekerja kota untuk berburu kuliner legendaris dan mengunjungi kawasan bersejarah. Konsep bleisure tetap bertahan bagi mereka yang bisa bekerja secara remote dari lokasi wisata.

Di sisi lain, perjalanan keluarga besar atau multi-gen travel mengalami peningkatan signifikan. Paket liburan kini dirancang ramah untuk tiga generasi sekaligus, mulai dari kakek-nenek hingga cucu, demi membangun memori bersama di alam terbuka.

Bagikan Laporan:
WhatsApp
Miftah Allina
Pewarta Redaksi

Miftah Allina

Menulis fakta, memverifikasi informasi, dan menyajikan berita secara jelas serta berimbang.

ara - Layanan AI. V1

ara

Layanan AI.V1