Lompat ke Konten Utama

Pesona Puncak Geurutee Wisata Andalan Lintas Barat Aceh

Baskara
Pesona Puncak Geurutee Wisata Andalan Lintas Barat Aceh

Kawasan Puncak Gunung Geurutee mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata alam sekaligus titik singgah (rest area) paling populer di perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Berada di ketinggian 750 meter di atas permukaan laut (mdpl), objek wisata ini menjadi magnet utama bagi para pengendara yang melintasi jalur nasional Lintas Barat Selatan Aceh.

Daya tarik utama kawasan ini terletak pada panorama lepas laut biru Samudra Hindia yang berpadu kontras dengan hijaunya perbukitan tropis. Dari atas tebing curam, wisatawan dapat melihat langsung gugusan pulau tak berpenghuni yang eksotis, seperti Pulau Keluang dan Pulau Sahuang. Kombinasi pemandangan tebing tinggi dan laut lepas menjadikan Puncak Geurutee sebagai salah satu spot berburu matahari terbenam (sunset) terbaik di Serambi Mekah. Kehadiran kawanan monyet liar atau siamang yang ramah di sekitar tebing turut menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung yang datang.

Pengalaman berwisata di tempat ini semakin lengkap dengan keberadaan deretan warung kayu tradisional yang berdiri kokoh di sepanjang bibir tebing jalan. Di warung-warung tersebut, para pelancong dapat menikmati kuliner khas Aceh yang unik, salah satunya adalah Kupi Khop atau kopi tubruk yang disajikan dengan gelas terbalik di atas piring kecil. Pengunjung menikmati kopi ini menggunakan sedotan dengan cara meniupnya perlahan terlebih dahulu agar cairan kopi merembes keluar.

Selain kopi terbalik, menu Mie Geurutee yang kaya rempah dan kelapa muda segar menjadi hidangan favorit penumpas lelah selama perjalanan lintas kabupaten. Untuk fasilitas penunjang, kawasan wisata ini menyediakan area parkir kendaraan, deretan warkop, dan toilet, dengan sistem transaksi yang sepenuhnya masih menggunakan uang tunai (cash-only). Wisatawan tidak dikenakan tiket masuk objek wisata, melainkan hanya perlu membayar tarif parkir serta makanan atau minuman yang dipesan.

Akses mobilitas menuju lokasi ini sudah terhubung dengan aspal mulus di sepanjang jalur nasional. Jarak tempuh dari pusat Kota Banda Aceh berkisar antara 67 hingga 75 kilometer ke arah barat daya. Perjalanan darat tersebut membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam berkendara menggunakan sepeda motor maupun mobil. Mengingat jalur aspal di area puncak ini cukup sempit dan memiliki kelokan yang tajam, para pengendara dihimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas dan memarkirkan kendaraan mereka.

Bagikan Laporan:
WhatsApp
Baskara
Pewarta Redaksi

Baskara

Adat meuköh reubông, hukôm meuköh purieh, Adat jeuet barangho takông, hukôm han jeuet barangho takieh

ara - Layanan AI. V1

ara

Layanan AI.V1