IPELMAWAR Minta Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Woyla Raya
Program unggulan nasional kembali diuji di tingkat akar rumput. Ikatan Pelajar Mahasiswa Woyla Raya (IPELMAWAR) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, menyuarakan aspirasi mendesak agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera direalisasikan secara merata hingga ke seluruh pelosok wilayah. Sejauh ini, masih banyak penerima manfaat di berbagai gampong yang belum mendapatkan akses terhadap program krusial tersebut.
Kawasan Woyla Raya yang mencakup wilayah administrasi Woyla, Woyla Barat, Woyla Timur, dan Sungai Mas memiliki populasi balita serta siswa usia sekolah dalam jumlah yang cukup besar. Namun, realita di lapangan memperlihatkan kontras yang tajam. Penyaluran MBG baru menyentuh segelintir titik pusat kecamatan, sementara daerah pinggiran dan gampong terpencil masih tertelan dalam penantian panjang.
Ancaman stunting dan kebutuhan gizi seimbang anak-anak di pelosok wilayah mendesak penanganan tanpa diskriminasi lokasi.
Perwakilan mahasiswa, Syahrul, menegaskan bahwa kelompok rentan di wilayah pedalaman tidak boleh tertinggal dari agenda pembangunan gizi nasional. Angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah di daerah menuntut intervensi yang inklusif dan merata.
Desakan Koordinasi Lintas Sektor
Efektivitas program pemenuhan gizi ini sangat bergantung pada ketepatan cetak biru distribusi. IPELMAWAR secara tegas meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) di Aceh Barat beserta pemangku kepentingan terkait untuk segera membangun komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
Prioritas mutlak harus diarahkan ke wilayah-wilayah terisolir yang sama sekali belum tersentuh pada fase distribusi awal.
Kebijakan fiskal dan operasional MBG dirancang bukan sekadar mendongkrak angka statistik tumbuh kembang anak, melainkan merajut keadilan sosial. Tanpa perluasan cakupan yang agresif, cita-cita besar memutus rantai stunting di bumi Teuku Umar hanya akan berhenti sebagai wacana di atas kertas.