Jutaan Warga Iran Penuhi Teheran, Trump Beri Sinyal Temui Netanyahu
Prosesi pemakaman mantan Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memasuki hari kedua di Teheran dan dihadiri jutaan pelayat. Di tengah masa berkabung ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi rencana pertemuan mendatang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Upacara penghormatan massal di kompleks Grand Mosalla ini dilakukan beberapa bulan setelah Ali Khamenei tewas akibat serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Situasi perang aktif sempat menunda upacara pemakaman hingga akhirnya kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata sementara.
Jaringan metro Teheran mencatat lebih dari 7 juta perjalanan penumpang dalam semalam untuk mengakomodasi lautan manusia yang menuju lokasi prosesi. Shalat jenazah dipimpin oleh ulama senior Ayatollah Jafar Sobhani, didampingi Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Komandan Pasukan Quds IRGC, Esmail Qaani.
Putra sekaligus penerus takhta Pemimpin Agung, Mojtaba Khamenei, dilaporkan absen dari prosesi publik demi alasan keamanan. Rangkaian penghormatan terakhir dijadwalkan berlangsung selama enam hari, melewati kota suci Qom dan wilayah Irak, sebelum jenazah dimakamkan di Mashhad pada Kamis mendatang.
Donald Trump mengonfirmasi bahwa Benjamin Netanyahu telah meminta pertemuan langsung di Gedung Putih, yang kemungkinan besar terjadi pada pertengahan Juli. Trump mengeklaim pihak AS sengaja memberikan jeda militer selama satu minggu agar Iran dapat menggelar pemakaman tanpa ada aksi saling tembak.
Meski ada jeda wilayah udara di Iran, ketegangan maritim dan regional belum sepenuhnya mereda. Iran berencana menerapkan tarif jasa navigasi bagi kapal komersial yang melewati Selat Hormuz, sementara militer Israel dilaporkan masih melakukan beberapa serangan udara sporadis ke wilayah Lebanon selatan.