Sosok Perwira IT Korlantas Polri Teuku Ziadurrahman
Dunia kepolisian modern saat ini tidak hanya menuntut ketangkasan fisik di lapangan. Era digitalisasi membawa tantangan baru yang memerlukan penguatan dari sektor teknologi informasi (TI). Salah satu figur yang menjadi representasi dari transformasi ini adalah Inspektur Polisi Satu (IPTU) Teuku Ziadurrahman, S.Sos., seorang perwira pertama yang kini memperkuat barisan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.
Perjalanan karier kepolisian perwira ini tergolong unik karena berangkat dari jalur akademis formal. Ia menempuh jalur Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) pada tahun 2019. Jalur seleksi khusus ini dikenal sangat kompetitif dan hanya menyaring para sarjana dengan spesifikasi keahlian tertentu yang dibutuhkan langsung oleh organisasi Korps Bhayangkara.
Menjembatani Hukum dan Ilmu Komputer
Setelah lulus dari SIPSS dengan pangkat awal Inspektur Polisi Dua (IPDA), langkah pengabdiannya langsung diarahkan pada satuan kerja yang padat teknologi. Korlantas Polri, yang menjadi hulu dari berbagai inovasi digital seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) hingga sistem registrasi kendaraan nasional, menjadi wadah yang tepat untuk mengembangkan potensinya.
Langkah penguatan kapasitas dirinya tidak berhenti pada pendidikan kepolisian mutakhir. Teuku Ziadurrahman tercatat sebagai salah satu perwira terpilih yang menerima beasiswa kedinasan Polri untuk melanjutkan studi Magister (S2) Ilmu Komputer di Universitas Indonesia (UI). Langkah ini mempertegas komitmen Korlantas dalam mencetak personel yang fasih dalam arsitektur data dan kecerdasan digital.
Peran Strategis di Korlantas Polri
Kombinasi antara pengetahuan hukum dan keahlian komputasi ini menempatkannya pada posisi-posisi operasional yang strategis. Ia sempat mengemban amanah sebagai Pamin Kemitraan Subditdikmas Ditkamsel Korlantas Polri, sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan baru sebagai PS Paur Gunranmor Subdittatib Ditgakkum Korlantas Polri.
Jabatan di Direktorat Penegakan Hukum ini menuntut akurasi data yang tinggi untuk mengelola administrasi kendaraan bermotor dan penegakan aturan lalu lintas nasional. Penguasaan di bidang ilmu komputer menjadi modal krusial untuk memastikan bahwa sistem informasi yang berjalan dapat melayani publik dengan cepat, transparan, dan minim eror.
Kapasitas profesionalnya di lapangan juga diperkuat dengan pengakuan eksternal. Sejak tahun 2023, perwira pertama ini telah mengantongi sertifikasi kompetensi resmi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri yang berada di bawah lisensi langsung Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menuju Modernisasi Penegakan Hukum
Kehadiran perwira dengan kualifikasi spesifik ilmu komputer seperti IPTU Teuku Ziadurrahman mencerminkan arah masa depan Korlantas Polri. Tantangan penegakan hukum lalu lintas ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana kepolisian mengolah data besar (big data), mengamankan jaringan informasi, dan membangun integrasi sistem yang solid di seluruh Indonesia.
Melalui rekam jejak akademis dan penugasan yang konsisten di bidang teknologi, langkah ini diharapkan mampu menginspirasi generasi baru di tubuh Polri. Penguasaan teknologi informasi kini bukan lagi sekadar kemampuan pendukung, melainkan instrumen utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang modern.
Menulis fakta, memverifikasi informasi, dan menyajikan berita secara jelas serta berimbang.
Laporan Terkait
Istana Buka Kuota 8.100 Undangan Upacara HUT ke-81 RI untuk Masyarakat Umum
Sumbu Pendek Rasisme di Bali dan Bahaya Superioritas Semu
Belajar dari Thailand, Indonesia Pilih Jalan Sunyi Riset Ganja
Gebrakan Satlantas Jaksel Tekan Laka Lantas Per Juli 2026